Huawei Dicekal Australia, Universitasnya Tetap Mau Kerjasama

  • by

Universitas di Australia tetap mau kerjasama dengan Huawei yang sedang dicekal pemerintahan di negeri Kanguru. (Foto: Alexander Koerner/Getty Images)Universitas di Australia tetap mau kerjasama dengan Huawei yang sedang dicekal pemerintahan di negeri Kanguru. (Foto: Alexander Koerner/Getty Images)
Jakarta – Huawei ketika ini sedang menjadi sorotan alasannya ialah dicekal banyak negara dari proyek pengadaan 5G dan tuduhan menjadi mata-mata China, termasuk oleh Australia. Tapi, universitas di Australia tetap ingin berhubungan dengan perusahaan telekomunikasi asal China tersebut.

Adalah Southern Cross University (SCU) yang mempunyai beberapa kontrak dengan Huawei. Universitas yang berada di New South Wales, Australia ini bahkan telah membangun Huawei Academy di area kampus untuk mahasiswa IT-nya. Akademi ini sendiri telah diresmikan pada 6 Desember 2018.

“Akademi ini akan membantu mahasiswa teknologi informasi di Southern Cross University untuk memperoleh kualifikasi di teknologi Huawei, dan memperlihatkan mereka keterampilan dengan salah satu jaringan terbesar di dunia,” ujar Wapres Southern Cross University, Allan Morris menyerupai dikutip detikINET dari The Australian, Senin (31/12/2018).

Selain itu, Huawei juga memenangkan kontrak untuk mengganti jaringan internet, telepon, CCTV dan layanan ICT di kampus pada tahun 2014. Kontrak ini sendiri bernilai AUD 5 juta (Rp 51 miliar).

Morris sendiri membela sistem dan teknologi milik Huawei. Ia menyebut bahwa teknologi Huawei sanggup diandalkan, dan menyampaikan bahwa keamanan IT universitas secara reguler ditinjau oleh Kantor Audit New South Wales.

“Kami mempunyai sejumlah pengamanan terhadap data kami, termasuk teknologi firewall independen eksternal yang terpisah dengan sistem Huawei dan teknologi independen lainnya untuk mengatur jalan masuk internal kepada sistem milik universitas,” terang Morris.

Australia sendiri gres saja mencekal Huawei dari proyek pengadaan 5G pada bulan lalu. Badan intelijen Australia juga menyebut bahwa peralatan milik Huawei rawan dipakai menjadi mata-mata pemerintah China, sehingga membawa risiko bagi keamanan nasional.

Rekomendasi  Mark Zuckerberg Di Paksa Mundur Atas Penyalahgunaan Data Pengguna Facebook Dan Messenger


Sumber detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *